Setelah Telkomsel meluncurkan tarif Rp. 0,5/detik untuk SimPati PEDE nya, maka operator XL Bebas mengikuti dengan memberikan promosi tarif Rp. 0,1/detik. Tak mau kalah dengan kedua operator yang lebih dahulu “perang tarif” maka indosat melalui produk Mentari-nya melakukan gebrakan dengan memberikan tarif gratis untuk 1 (satu) menit pertama telpon sesama Mentari.
Memperhatikan fenomena “perang tarif” tersebut, sebagai konsumen entah itu yang menggunakan XL, Simpati atau Mentari akan happy-happy saja. Itu namanya persaingan dagang dalam merebut dan mempertahankan “pasar”. Siapa yang memberikan tawaran murah dengan kualitas yang baik atau lebih, dialah yang akan memenangkan persaingan.
Tapi kenapa untuk produk SMS, tidak ada perang tarif ya? padahal disinyalir tarif SMS yang dipatok seharga RP.350,- di Indonesia terbilang cukup mahal. Jadi kapan ada “terobosan maut” untuk perang tarif sms antar operator? semoga tarif SMS juga bisa lebih murah di Indonesia…..