indrakarlesa

Apa arti visi?

In Serba-serbi on 13 December, 2007 at 2:11 pm

Apa arti visi?

Buku The Leadership Challenge, karya Kouzes dan
Posner, merumuskan: visi adalah refleksi
keyakinan-keyakinan dan asumsi-asumsi dasar tentang
segala hal; tentang kemanusiaan, ilmu & teknologi,
ekonomi, politik, seni budaya, dan etika. Visi akan
mengalir dari reservoir pengetahuan dan pengalaman.
Setelah berpadu dengan segenap keyakinan dan berbagai
asumsi, maka visi akan menemukan bentuk konkretnya
setelah kesempatan terbuka.

Dari tesis itu kita bisa berasumsi, dua pemimpin dari
organisasi yang sama mungkin memiliki pengalaman dan
kesempatan yang sama, tetapi visi mereka tentang
tujuan akhir organisasi bisa berbeda, karena
masing-masing bergerak dengan premis yang berbeda.
Visi memiliki peran penting karena dia memberi fokus
kepada kekuatan-kekuatan yang kita miliki. Tugas
pemimpin dengan visinya adalah menjaga agar energi
atau kekuatan-kekuatan ini terfokus. Artinya, berapa
besar pun energi yang terkumpul, kalau tidak ada visi
yang dijadikan fokus, maka arahnya menjadi tidak
menentu, kalau bukan malahan cerai-berai.

Kata buku itu, apa yang disebut jigsaw puzzle
principle dapat memberikan ilustrasi tentang pemimpin
dan visinya. Dalam permainan gambar-bongkar-pasang,
kita akan lebih mudah memasang-masangnya kalau kita
melihat gambarnya yang utuh di tutup kotak. Dalam
suatu organisasi, masing-masing orang memiliki bagian
yang harus diurusnya. Mungkin saja masing-masing
sangat ahli di bidangnya. Dan mungkin saja
masing-masing berusaha menjaga agar bagiannya
memberikan kontribusi yang tepat. Tetapi sayangnya
mereka sering kali tidak mengenali gambaran utuh
tentang tujuan umum atau visi organisasi.
Masing-masing bertindak sendiri-sendiri dan bisa
menjadi frustrasi karena tidak tahu hasil akhir yang
ditujunya.

Menjadi tugas sang pemimpin untuk membimbing dan
memberi gambaran utuh tentang bagaimana tujuan
akhirnya. Pemimpin yang baik tentu tahu arah yang
dituju. Sayangnya malam itu tidak ada yang
menyampaikan pandangan tentang Pancasila, yang bila
kita renungkan, bukankah falsafah itu yang seharusnya
mampu menunjukkan ke arah mana energi harus dibawa?
Barangkali trauma dari masa lalu membuat kita
pura-pura lupa bahwa sebenarnya kita sudah memiliki
wahana mencapai tujuan yang ideal.

About these ads
  1. tertlalu jauh… visi pribadi itu apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: